Firmanto#55

I'm not insane!! I'm not insane!! I'm not F**K INSANE!!


Search

Senin, 24 Mei 2010

Arema!! selangkah lagi juara!!




Arema Indonesia selangkah lagi keluar sebagai juara Liga Super Indonesia. Hal tersebut dipastikan setelah mereka berhasil memetik kemenangan telak 3-0 atas Bontang FC, Rabu (19/5/2010).

Singo Edan mengamuk di kandang mereka Stadion Kanjuruhan, Malang. Gol pertama mereka dicetak oleh Esteban Guillen di menit ke-14 dan bertahan hingga turun minum. Sama-sama bermain terbuka sejak awal, kedua kubu memilih bermain aman pada paruh waktu. Alhasil, laga berjalan agak monoton.

Nasib sial menghampiri Bontang FC di menit ke-66. Mereka terpaksa bermain dengan sepuluh orang pemain setelah kiper Sumardi menderita cedera, padahal jatah pergantian sudah mereka pakai seluruhnya.

Keadaan itu tentunya tidak disia-siakan oleh anak-anak Arema. Dua gol tambahan berhasil mereka sarangkan jelang penghabisan lewat kaki M Ridhuan (89') dan Ahmad Bustomi (90').

Laga akhirnya ditutup dengan keunggulan 3-0 buat tuan rumah dan menjadikan mereka selangkah lagi merengkuh gelar juara Liga Super Indonesia musim ini. Arema yang sudah bermain 32 kali terpaut tiga poin dengan peringkat kedua Persipura Jayapura namun telah memainkan 33 pertandingan.

Dengan demikian jika pada laga terakhir Mutiara Hitam gagal meraih kemenangan atas Persiwa Wamana, maka gelar juara langsung sah menjadi milik Arema apapun hasil dua laga terakhir mereka melawan PSPS Pekanbaru dan Persija Jakarta.

Diposting oleh Ridwan Aji Firmanto di 19.35 Tidak ada komentar:

Inilah yang Mereka Sebut Kebebasan Berbicara

When you attack black people, they call it  racism. When you attack Jewish people, they call it  anti-Semitism. When you attack women, they call it  sexism. When you attack homosexuality, they call it intolerance. When you attack your Country, they call it treason. When you attack a  religious sect they call it hate. But when…they…attack…the Prophet Mohammed they call it freedom of speech!!!!!
Ketika kamu menyerang orang kulit hitam, mereka menyebutnya rasisme. Ketika kamu menyerang orang Yahudi, mereka menyebutnya anti-Semitisme. Ketika kamu menyerang perempuan, mereka menyebutnya sexisme. Ketika kamu menyerang kaum homoseksual, mereka menyebutnya tidak toleransi. Ketika kamu menyerang Negara kamu, mereka menyebutnya pengkhianatan. Ketika kamu menyerang sekte keagamaan mereka sebut itu kebencian. Tapi ketika…mereka…menyerang…Nabi Muhammad, mereka menyebutnya kebebasan berbicara !!!!!
Inilah apa yang mereka sebut kebebasan berbicara, dan inilah yang harus kita ucapkan dengan lantang kepada mereka!!! Bukan dengan jalan kekerasan. Gerakan ini juga sedang gencar dilakukan di Facebook.
Jika kamu setuju dan mendukung pernyataan di atas, tolong bantu ucapkan dan sebarkan pernyataan tersebut. Bagi yang punya akun Facebook, tulis pernyataan tersebut di status kalian. Bagi yang punya akun twitter, cantumkan link ke tulisan ini atau link ke pernyataan tersebut yang ada di halaman lain. Bagi yang punya situs web atau blog, kalian bebas menyalin pernyataan di atas tersebut.
Mari kita bicara lantang! Mari tunjukkan kepada dunia tentang kebenaran!!
Baca selengkapnya »
Diposting oleh Ridwan Aji Firmanto di 19.33 Tidak ada komentar:

INILAH Kota Tertua di Dunia yang Berada di Bawah Laut..!!


Para geo-arkeologi laut kembali membuat prestasi besar dengan keberhasilannya mengungkap keberadaan kota kuno yang terendam di bawah laut. Kota bernama Pavlopetri di Yunani ini diperkirakan eksis pada jaman perunggu yakni 5000-6000 tahun lalu atau 12000 tahun lebih awal dari yang diperkirakan semula. Yang menarik, jejak keberadaan kota yang tenggelam 4-5 meter di bawah laut ini masih terlihat jelas, termasuk runtuhan bangunan serta benda-benda peninggalannya seperti tembikar, keramik, dll.

Para ahli memperkirakan, inilah kota bawah laut tertua di dunia yang berhasil ditemukan. "Diperkirakan kota yang tenggelam ini adalah kota pelabuhan. Hal ini ditandai dari bangkai kapal yang berada di dekatnya. Penemuan keramik zaman neolitikum, merupakan suatu yang luar biasa. Kota ini dulunya adalah tempat perdagangan barang dan jasa yang maju," ujar.Geo-arkeologi laut Dr Nic Flemming dari National Oceanography Centre, Southampton.

Pavlopetri terletak di kedalaman 3 - 4 meter di bawah air tidak jauh dari pantai berpasir selatan Laconia.



Kotanya masih sangat lengkap. Bangunan rumah, jalan, halaman, gedung peribadahan, kuburan, semuanya sudah dipetakan menggunakan perlengkapan 3-D digital yang paling mutakhir.

Pavlopetri dulunya diperkirakan berasal dari periode Mycenaean (sekitar 1680-1180 SM), dari masa sejarah Yunani Kuno yang kaya akan kesusasteraan dan mitos. Dari benda-benda tembikar Neolitis yang baru saja ditemukan menunjukkan tempat ini mungkin telah ditempati sejak sedikitnya 2800 SM. Dengan mempelajari tempat bahari penting ini, peneliti berharap untuk dapat lebih mengerti tentang peninggalan dari masyarakat Yunani Zaman Perunggu.



Proyek pengungkapan kota ini dilaksanakan oleh suatu tim multidisipliner, termasuk Dr Flemming, yang dipimpin oleh Mr Elias Spondylis, Ephorate dari Underwater Antiquities dari Kementerian Kebudayaan Hellenic di Yunani dan Dr Jon Henderson, seorang arkeolog bawah air dari Departemen Arkeologi di Universitas Nottingham.

Kota kuno bawah air ini pertama kali ditemukan pada tahun 1967 oleh Flemming, kemudian di National Institute of Oceanography. Ia dulu memperkirakan kota itu berasal pada jaman perunggu 2000 BC. Flemming kemudian bergabung dengan tim dari Cambridge University pada1968, untuk melakukan penelitian.

Hasilnya diterbitkan oleh The British School di Athena pada tahun 1969, namun setelah itu tidak ada tindak lanjutnya. Penelitian itu ‘stag' selama 40 tahun, Sejak itu tidak ada lagi peneliti yang masuk ke sana untuk mengungkap misteri kota kuno itu. Tahun 70-an Flemming bergabung dengan arkeolog dari University of Nottingham dan Ephorate dari Underwater Antiquities dari Kementerian Kebudayaan Hellenic, kembali memulai penelitian pada situs kuno itu.



"Apa yang kami temukan di sini adalah sesuatu yang dua atau bahkan tiga ribu tahun lebih tua daripada sebagian besar kota terendam yang telah dipelajari," kata Flemming: "Dan uniknya, kami memiliki rencana kota yang lengkap, utama jalan-jalan dan semua bangunan domestik. Kita dapat mempelajari bagaimana itu digunakan sebagai pelabuhan, di mana kapal-kapal datang dan bagaimana perdagangan dikelola. " jelasnya.

Dr. Jon Henderson, seorang arkeolog dari Universitas Nottingham, bergabung memimpin penelitian dengan Elias Spondylis dari Benda Purbakala Bawah Air Ephorate bagian dari Kementrian Kebudayaan Hellenic di Yunani. Dr. Henderson adalah arkeolog pertama dalam 40 tahun yang mendapat surat izin resmi dari pemerintah Yunani untuk bekerja di sana.



"Hal ini sangat menggairahkan. Saya pernah membaca tentang situs ini ketika saya masih muda dan sulit dipercaya bahwa saya bukan hanya menyelam di sana tetapi juga berkesempatan untuk mengerjakannya. Kemudian kami menemukan sekitar 9.000 meter persegi gedung baru yang baru-baru ini tampak karena pergerakan di pasir, sungguh luar biasa," kata Dr. Henderson.









Diposting oleh Ridwan Aji Firmanto di 19.25 Tidak ada komentar:

Inilah 3 kebohongan Facebook yang sangat merugikan

Berikut ini tiga kebohongan yang diungkapkan oleh Vice President for Public Policy Facebook, Elliot Schrage, sperti di kutip berita lampung dari vivanews saat menanggapi pertanyaan-pertanyaan hak-hak privasi konsumen, dikutip dari PC World dan New York Times.

1. Saat ditanya kenapa Facebook tidak membuat semua setelan privasi di Facebook sebagai 'Opt-in' alias seluruhnya 'private' kecuali pengguna menginginkan dan mengubahnya menjadi 'public', Elliot memberikan jawaban dan argumen yang 'memukau'.

"Semuanya opt-in di facebook. Bergabung ke Facebook adalah pilihan. Kita ingin agar orang-orang terus menggunakan Facebook setiap hari. Menambah informasi, mengunggah foto, memposting status baru, menyukai sebuah laman. Semuanya Opt-in. Silakan jangan berbagi informasi, bila Anda tidak nyaman."

Padahal, saat bergabung ke Facebook, sebagian besar data-data pengguna baru seperti biografi, interest, postingan, friend, family, relationship, lokasi, edukasi dan banyak lagi, akan langsung terpublikasi oleh publik, karena default setting-nya adalah 'share with everyone'. Ini merupakan model 'Opt out', bukan 'Opt in'.

2. Saat ditanya bagaimana bila pengguna menghapus akun Facebook mereka, Elliot mengatakan bahwa pengguna bisa melakukan penghapusan secara permanen. "Bila Anda sudah tidak mau menggunakan Facebook lagi, Anda bisa menghapus akun Anda. Penghapusan ini adalah permanen, dan akun Anda tidak akan bisa diaktifkan kembali. Saat kami memproses permintaan penghapusan akun, kami langsung menghapus seluruh informasi yang terkait dengan akun tersebut. Message dan postingan di dinding akan tetap, tapi teratribusi dengan pengguna Facebook anonymous. Konten yang dulu Anda buat, tidak bisa diakses di Facebook, dan tidak di link ke informasi pribadi Anda di manapun."

Faktanya, apa yang dikatakan Elliot tidak benar. Saat hendak menghapus akun Facebook, pengguna tidak akan mendapatkan tawaran opsi untuk menghapusnya secara permanen. Yang bisa Anda lakukan cuma 'deactivate'. Tombol 'delete account' tak akan bisa dijumpai dengan mudah. Pengguna musti pergi dulu ke Help Center dan melakukan pencarian 'delete account' sehingga akan membawa Anda ke laman FAQ.

Di pertanyaan nomor 5 yang berbunyi "I want to permanently delete my account. How do I delete my account?" Setelah itu, di bagian jawaban baru ada link yang mengarahkan pengguna ke opsi penghapusan permanen.

Repotnya lagi, setelah itu pengguna dipersulit lagi dengan jendela yang meminta password lengkap dengan puzzle CAPTCHA. Sudah begitu, akun kita juga tidak langsung terhapus, karena hanya di deaktivasi selama dua pekan. Di sela-sela itu pun, Facebook masih mengirimi kita email berisi link simpel untuk kembali log-on, yang akan langsung mengembalikan akun kita dalam sekejap.

3. Kepada New York Times, Elliot mengatakan bahwa keamanan pengguna Facebook terjaga. “Untuk sebuah layanan yang bertumbuh secara dramatis, kami menangani lebih dari 400 juta orang untuk berbagi miliaran kepingan konten kepada teman-teman mereka serta institusi yang mereka perhatikan. Kami pikir, rekam jejak kami untuk masalah sekuriti dan keamana, tidak tertandingi,” kata Elliot.

Kenyataannya Facebook mengalami beberapa masalah dalam mengamankan data pribadi pengguna baru-baru ini. Pekan lalu, Facebook memperkenalkan fitur 'Instant Personalization' yakni fitur yang memungkinkan pihak ketiga untuk mengakses informasi-informasi Facebook pengguna dan menampilkannya melalui situs pihak ketiga itu. Untuk fitur ini, Facebook telah meluncurkan tiga mitra mereka, yakni Yelp, Pandora, dan Microsoft Docs.com.

Namun, fitur baru itu menimbulkan celah yang bisa dimanfaatkan oleh peretas untuk mendapatkan data-data penting pengguna seperti email, username, serta semua data-data yang di di-share kepada "everyone".

Celah itu sempat ditutup oleh Yelp, namun pada hari yang sama ditemukan lagi celah lainnya. Akibatnya, Yelp sempat mematikan sementara fitur Instant Personalization Facebook, untuk menemukan celah-celah baru lainnya.

Selain itu, dua pekan lalu, para pengguna Facebook juga sempat dikejutkan dengan peristiwa bocornya pembicaraan chat mereka dan kebocoran data-data lain seperti daftar tunggu dan permintaan pertemanan, serta informasi-informasi yang berpotensi berbahaya lain. Akibat bug ini, Facebook sempat menon-aktifkan fitur chat-nya.

Menurut New York Times, perubahan kebijakan privasi Facebook memiliki motif ekonomi. Salah satunya adalah Facebook mencari uang dengan melakukan kustomisasi target iklan berdasarkan data-data yang muncul pada laman Facebook seseorang.
Diposting oleh Ridwan Aji Firmanto di 18.21 Tidak ada komentar:
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

propos de moi

Foto saya
Ridwan Aji Firmanto
Lihat profil lengkapku
Powered By Blogger

Pengikut

Arsip Blog

  • ▼  2010 (5)
    • ►  Juni (1)
    • ▼  Mei (4)
      • Arema!! selangkah lagi juara!!
      • Inilah yang Mereka Sebut Kebebasan Berbicara
      • INILAH Kota Tertua di Dunia yang Berada di Bawah L...
      • Inilah 3 kebohongan Facebook yang sangat merugikan
Powered By Blogger